03 April 2020

MEMBACA KODE BEARING

Bearing atau bahasa indonesianya disebut bantalan merupakan komponen utama penggerak poros yang berputar. Bearing ( Bantalan ) banyak jenis macamnya, mulai dari bantalan bola ( ball bearing), bantalan jarum (needle bearng), bantalan gesek dan lain sebagainya.




Nah kali ini saya akan membahas sedikit tentang pengkodean bearing utamanya pada ball bearing yang mungkin lebih sering kita jumpai pada kendaraan kita sehari-hari.Coba saya beri contoh mengenai pengkodean bearing ( biasanya kode bearing terbaca di lingkaran bearing ) sebagai berikut :Kode bearing (bantalan) = 6203-2ZKode bearing di atas terdiri dari beberapa komponen yang dapat dibagi-bagi antara lain:6 = Kode pertama melambangkan Tipe /jenis bearing2 = Kode kedua melambangkan seri bearing03 = Kode ketiga dan keempat melambangkan diameter bore (lubang dalam bearing)ZZ = Kode yang terakhir melambangkan jenis bahan penutup bearing

A. Kode Pertama ( Jenis Bearing )Jadi dalam Kode bearing (bantalan) = 6203-ZZ seperti contoh di atas, kode pertama adalah angka 6 yang menyatakan bahwa tipe bearing tersebut adalah Single-Row Deep Groove Ball Bearing ( bantalan peluru beralur satu larik).Perlu diingat bahwa kode di atas untuk menyatakan pengkodean bearing dalam satuan metric jika anda mendapatkan kode bearing seperti ini = R8-2RS, maka kode pertama ( R) yang menandakan bahwa bearing tersebut merupakan bearing berkode satuan inchi.

B. Kode kedua ( Seri bearing)Kalau kode pertama adalah angka maka bearing tersebut adalah bearing metric seperti contoh di atas (6203-ZZ ), maka kode kedua menyatakan seri bearing untuk menyatakan ketahanan dari bearing tersebut. Seri penomoran adalah mulai dari ketahan paling ringan sampai paling berat8 = Extra thin section9 = Very thin section0 = Extra light1 = Extra light thrust2 = Light3 = Medium4 = Heavy

C. Kode ketiga dan keempat ( diameter dalam (bore) bearing)Untuk kode 0 sampai dengan 3, maka diameter bore bearing adalah sebagai berikut :00 = diameter dalam 10mm01= diameter dalam 12mm02= diameter dalam 15mm03= diameter dalam 17mmselain kode nomor 0 sampai 3, misalnya 4, 5 dan seterusnya maka diameter bore bearing dikalikan dengan angka 5 misal 04 maka diameter bore bearing = 20 mm

D. Kode yang terakhir (jenis bahan penutup bearing)
Ok, jadi kita sudah sampai pada pengkodean terakhir. pengkodean ini menyatakan tipe jenis penutup bearing ataupun bahan bearing. seperti berikut :Z = Single shielded ( bearing ditutupi plat tunggal)ZZ = Double shielded ( bearing ditutupi plat ganda )RS = Single sealed ( bearing ditutupi seal karet)2RS = Double sealed (bearing ditutupi seal karet ganda )V = Single non-contact sealVV = Double non-contact sealDDU = Double contact sealsNR = Snap ring and grooveM = Brass cage

Maka bearing 6203-ZZ menyatakan bearing dengan tipe ditutupi plat ganda.




No comments: