22 Mei 2009

SISTEM PENGISIAN DENGAN REGULATOR MEKANIK

Hampir semua system kelistrikan di dalam mobil menggunakan arus listrik DC. Sebagai sumbernya digunakan BATTERAY. Jika dipakai terus menerus, maka arus yang tersimpan dalam BATTERAY akan habis.
Untuk menganti arus BATTERAY yang digunakan oleh system sistem kelistrikan diperlukan Sistem Pengisian (charging sistem).

Sistem pengisian menurut sumber yang digunakan terbagi menjadi 2 macam, yaitu :
1.Sistem pengisian DC, yang menggunakan Generator
2.Sistem pengisian AC, yang menggunakan Alternator (umum dipakai saat ini)

Sistem pengisian menurut type regulatornya dapat dibagi menjad 4 macam, yaitu :
1.Sistem pengisian dengan regulator 1 unit
2.Sistem pengisian dengan regulator 3 unit (untuk system pengisian DC)
3.Sistem pengisian dengan regulator 2 unit (untuk system pengisian AC)
4.Sistem pengisian dengan regulator elektronik / IC regulator (banyak dipakai sekarang)


Komponen utama sistem pengisian
Sistem pengisian memiliki beberapa komponen utama, antara lain
1.Kunci kontak
Kunci kontak berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus dari batteray ke beban. (Sistem pengapian, lampu tanda, dll)

2.Batteray
Batteray berfungsi untuk menyimpan arus listrik sementara

3.Lampu CHG
Berfungsi memberikan tanda kepada pengemudi bahwa system pengisian bekerja. Pada saat kunci kontak ON mesin mati lampu CHG menyala, tetapi pada saat mesin hidup lampu pengisian harus mati.

4.Alternator
Alternator berfungsi menghasilkan arus listrik untuk mengisi BATTERAY

5.Regulator
Regulator berfungsi mengatur jumlah out put tegangan pengisian dengan cara mengatur arus yang mengalir ke terminal F Alternator.

2 komentar: