31 Maret 2009

Sistem pengapian pada motor bensin berfungsi mengatur proses
pembakaran campuran bensin dan udara di dalam silinder sesuai waktu
yang sudah ditentukan yaitu pada akhir langkah kompresi. Permulaan
pembakaran diperlukan karena, pada motor bensin pembakaran tidak
bisa terjadi dengan sendirinya. Pembakaran campuran bensin-udara
yang dikompresikan terjadi di dalam silinder setelah busi memercikkan
bunga api, sehingga diperoleh tenaga akibat pemuaian gas (eksplosif)
hasil pembakaran, mendorong piston ke TMB menjadi langkah usaha.
Agar busi dapat memercikkan bunga api, maka diperlukan suatu sistem
yang bekerja secara akurat. Sistem pengapian terdiri dari berbagai
komponen, yang bekerja bersama-sama dalam waktu yang sangat cepat dan singkat

Sistem pengapian memiliki 3 syarat, yaitu :

1. Api yang dihasilkan harus kuat
2. Api yang dihasilkan harus tepat
3. Sistem pengapian harus kuat dan tahan lama

API YANG DIHASILKAN HARUS KUAT

Pada saat sistem pengapian bekerja, yaitu pada saat langkah kompresi, maka suhu dan tekanan di dalam ruang bakar tinggi, sehingga tahanannya menjadi besar.
api yang memercik di busi harus mampu melawan tahanan yang besar agar dapat meloncat dan membakar campuran udara dan bahan bakar.

kekuatan api yang dihasilkan tergantung pada "
Komponen-komponen sistem pengapian, misalnya coil, platina/cdi, sumber tegangan (accu/spull pengapian)

Ketepatan pengapian sangat dipengaruhi oleh penyetelan saat pengapian, nantinya ada 2 macam, yaitu secara elektronik dan secara mekanik

sistem pengapian harus tahan lama karena digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.




4 komentar: