19 November 2014



Jakarta - Kenaikan bahan bakar subsidi yang diumumkan pemerintah melalui Presiden Jokowi langsung tadi malam (17/11) ternyata nggak mengagetkan semua pihak. Bahkan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) santai saja dengan kenaikan itu.

Melalui Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto, asosiasi pabrikan mobil ini berkomentar kalau memang sudah seharusnya bahan bakar subsidi naik atau bahkan dihapuskan, karena memang mobil-mobil baru sudah tidak membutuhkannya lagi.

"Kami GAIKINDO sangat menunjang adanya kenaikan bahan bakar subsidi ini. Jadi silakan saja dinaikkan pemerintah. Toh, sebenarnya mobil-mobil baru, tahun 2006 keatas sudah tidak dianjurkan pakai bbm subsidi," ujarnya.

MObil-mobil baru saat ini hampir semua sudah membutuhkan kadar oktan tinggi untuk mempersehat mesin, menjaga perfroam dan juga membuat pembakaran jadi lebih irit. Karenanya, GAIKINDO menghimbau masyarakat pengguna mobil untuk beralih saja sekalian ke bbm non subsidi.

"Kalau pakai Premium, dampak umumnya di mesin, pembakaran tidak maksimal, tenaga kurang, boros, mesin panas, garansi juga pasti akan hilang. Bukan masalah harganya, tapi kebutuhan mesin bos," tegas Jongkie sebagai penutup. (mobil.otomotifnet.com)

0 komentar: