26 November 2013


Copas dari web lain, tapi saya lupa sumbernya.

Terkadang kita dak pusing pusing memilih bearing untuk benda yang akan kita buat, akan tetapi susahnya kelihatan ketika bearing yang kita maksud ternyata tidak ada bearing yang punya diameter seperti keinginan kita.

oleh karena itu kita wajib tahu berapa saja ukuran bearing yang tersedia di pasaran. nah berikut cara membaca kode bearing. semoga bermanfaat.


Bearing atau bahasa indonesianya disebut bantalan merupakan komponen utama penggerak poros yang berputar. Bearing ( Bantalan ) banyak jenis macamnya, mulai dari bantalan bola ( ball bearing), bantalan jarum (needle bearng), bantalan gesek dan lain sebagainya.

Coba saya beri contoh mengenai pengkodean bearing ( biasanya kode bearing terbaca di lingkaran bearing ) sebagai berikut :


Kode bearing (bantalan) = 6203-ZZ
Kode bearing di atas terdiri dari beberapa komponen yang dapat dibagi-bagi antara lain:


6 = Kode pertama melambangkan Tipe /jenis bearing
2 = Kode kedua melambangkan seri bearing
03 = Kode ketiga dan keempat melambangkan diameter bore (lubang dalam bearing)
ZZ = Kode yang terakhir melambangkan jenis bahan penutup bearing


A. Kode Pertama ( Jenis Bearing )
Jadi dalam Kode bearing (bantalan) = 6203-ZZ seperti contoh di atas, kode pertama adalah angka 6 yang menyatakan bahwa tipe bearing tersebut adalah Single-Row Deep Groove Ball Bearing ( bantalan peluru beralur satu larik).
Perlu diingat bahwa kode di atas untuk menyatakan pengkodean bearing dalam satuan metric jika anda mendapatkan kode bearing seperti ini = R8-2RS, maka kode pertama ( R) yang menandakan bahwa bearing tersebut merupakan bearing berkode satuan inchi.

B. Kode kedua ( Seri bearing)
Kalau kode pertama adalah angka maka bearing tersebut adalah bearing metric seperti contoh di atas (6203-ZZ ), maka kode kedua menyatakan seri bearing untuk menyatakan ketahanan dari bearing tersebut. Seri penomoran adalah mulai dari ketahan paling ringan sampai paling berat


8 = Extra thin section
9 = Very thin section
0 = Extra light
1 = Extra light thrust
2 = Light
3 = Medium
4 = Heavy

C. Kode ketiga dan keempat ( diameter dalam (bore) bearing)

Untuk kode 0 sampai dengan 3, maka diameter bore bearing adalah sebagai berikut :

00 = diameter dalam 10mm
01= diameter dalam 12mm
02= diameter dalam 15mm
03= diameter dalam 17mm

selain kode nomor 0 sampai 3, misalnya 4, 5 dan seterusnya maka diameter bore bearing dikalikan dengan angka 5 misal 04 maka diameter bore bearing = 20 mm


D. Kode yang terakhir (jenis bahan penutup bearing)


Ok, jadi kita sudah sampai pada pengkodean terakhir. pengkodean ini menyatakan tipe jenis penutup bearing ataupun bahan bearing. seperti berikut :

Z = Single shielded ( bearing ditutupi plat tunggal)
ZZ = Double shielded ( bearing ditutupi plat ganda )
RS = Single sealed ( bearing ditutupi seal karet)
2RS = Double sealed (bearing ditutupi seal karet ganda )
V = Single non-contact seal
VV = Double non-contact seal
DDU = Double contact seals
NR = Snap ring and groove
M = Brass cage




Maka bearing 6203-ZZ menyatakan bearing dengan tipe ditutupi plat ganda.

0 komentar: